Kunjungi Juga fzdrama :: Drama Edition
(fzpoint versi drama)
Rincian, Sinopsis, Pemain dan info lainnya dari Drama Televisi.

Kunjungi Juga fzlite :: Lite Edition

Tinggalkan komentar pada artikel yg anda baca
Google Account : Untuk pengguna Google
LiveJournal : untuk pengguna LiveJournal
WordPress : Untuk pengguna wordpress
TimePad : untuk pengguna timepad
AIM : untuk pengguna AIM
OpenID : untuk pengguna OpenID
Tidak menggunakan apapun?
Tulis di ShoutMix, atau Gabung di Grup facebook

fzpoint Search

Karena Ku Sayang Kamu | by.Dygta

Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2010

The Reason Of The Existence Of Sexual Deviation And How To Solve It (Alasan Dari Keberadaan Penyimpangan Seksual Dan Cara Untuk Menyelesaikan ini)

Ada penelitian yang menyatakan, Gay & Lesbian itu ada karna faktor gen dan hormonal seseorang. Ada juga yang menyatakan, itu karna faktor pengaruh lingkungan. Menurutmu, gay & lesbian itu ada karna faktor apa? Pengen tau, kan? Berikut ini wawancara kami dengan Kristianto Batuadji, S.Psi., M.A Dosen Psikologi Universitas Surabaya.

Berdasarkan data, ada peneltian yang mengatakan bahwa lesbian dan gay itu dikarenakan faktor gen, sedangkan penelitian lainnya mengatakan faktor penentunya adalah lingkungan. Menurut Pak Kristian, faktor penentu gay dan lesbian itu apa?

Secara biologis, faktor-faktor seperti anatomi syaraf dan ketidakseimbangan hormonal dapat berpengaruh terhadap orientasi seksual seseorang. Di lain pihak, orientasi seksual juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Suatu ketika, seorang sahabat datang pada saya. Sebagai seorang perempuan, ia merasa memiliki kecenderungan orientasi seksual yang menyimpang. Setelah saya coba untuk menelusuri masa lalunya, ternyata ia memiliki riwayat pengalaman traumatik dengan ayahnya yang otoriter.

Ketakutannya terhadap figur ayah inilah yang menjadi benih penyimpangan orientasi seksualnya. Selalu timbul kecemasan dalam batinnya, setiap kali hendak menjalin hubungan dengan laki-laki. Lama kelamaan, ketakutannya terhadap laki-laki ini berkembang menjadi ketertarikan erotis terhadap sesama perempuan.

Pada kasus ini, kita dapat melihat bahwa faktor lingkungan lebih berperan dalam membentuk orientasi seksualnya. Akan tetapi, pada beberapa kasus, kita juga menjumpai kecenderungan orientasi seksual menyimpang yang diakibatkan oleh faktor biologis.

Misalnya, ketika seorang laki-laki kelebihan hormon perempuan, maka hal ini dapat mempengaruhi orientasi seksualnya, sehingga memungkinkan ia menjadi biseksual. Jika kondisi ini diikuti dengan kurangnya hormon laki-laki, maka ada kemungkinan ia menjadi homoseksual.

Menurut saya, baik faktor biologis maupun faktor genetik, keduanya berpengaruh dalam penentuan orientasi seksual seseorang. Besar kemungkinan hasil-hasil penelitian kuantitatif yang ditemukan belum mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Akibatnya, ada data-data yang saling bertentangan.

Nah, kalo sudah begitu, berarti sudah saatnya bagi kita untuk melakukan tinjauan personal terhadap kasus semacam ini. Artinya, kita tidak lagi mencari kecenderungan umum yang menyebabkan orientasi seksual menyimpang, tetapi lebih pada usaha untuk melakukan penggalian secara kualitatif, mengapa seseorang lebih tertarik secara seksual terhadap mereka yang sejenis, daripada terhadap lawan jenis? Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa faktor penyebab pada tiap individu sangat unik dan sulit digeneralisasi.

Apakah komunitas gay/ lesbi itu dianjurkan? Bukankah itu malah membuat mereka semakin menjadi?

Dalam konteks Indonesia, menurut saya, komunitas gay dan lesbian ini apabila dibina dengan baik, dapat menjadi suatu dukungan sosial bagi kaum gay dan lesbian. Permasalahannya adalah, kita ini hidup di lingkungan masyarakat yang masih belum bisa menerima fenomena homoseksual sebagai suatu hal yang wajar. Akibatnya, kaum gay dan lesbian di Indonesia dan kebanyakan negara di belahan dunia timur mengalami tekanan dari lingkungan sosialnya.

Muncul suatu stigma terhadap kaum gay dan lesbian. Mereka dibuang dan dikucilkan sebagai sampah masyarakat, sehingga mereka hampir-hampir tidak mampu lagi mengembalikan kepercayaan diri (self confidence) dan penghargaan terhadap dirinya sendiri (self esteem). Di sinilah seharusnya peran komunitas-komunitas gay dan lesbian untuk mengambalikan kepercayaan diri dan harga diri mereka, sehingga bisa berkembang secara optimal sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan dan sesama manusia.

Celakanya, masyarakat kita juga masih banyak yang serta merta mengatasnamakan Tuhan dan menggunakan dogma-dogma keagamaan untuk menghakimi mereka. Padahal Kitab Suci telah mengajarkan agar kita tidak menghakimi. Ambil saja contoh ketika Yesus mencegah orang-orang Yahudi melempari seorang pelacur dengan batu. "Barangsiapa merasa dirinya tak berdosa, bolehlah ia melemparkan batu pertama kali!"

Di lain pihak, saya setuju bahwa komunitas ini mungkin saja menjadikan jumlah kaum gay dan lesbian semakin berkembang, apabila mereka menjalankan fungsi secara tidak proporsional. Kembali pada kasus sahabat saya di Yogyakarta yang saya ceritakan di awal. Kecenderungan homoseksualnya semakin menjadi ketika ia bertemu dengan sesama lesbian.

Ketika komunitas gay dan lesbian menjalankan "fungsi misionaris" alias mengadopsi sistem "multi-level marketing". Artinya, komunitas-komunitas ini perlu dibina untuk menjalankan fungsinya secara proporsional, yaitu memberikan dukungan sosial untuk mengembalikan kepercayaan diri dan harga diri kaum gay dan lesbian sebagai kaum minoritas yang tertindas.

Namun ketika komunitas ini beralih fungsi menjadi semacam "Biro Agitasi dan Propaganda" untuk mempromosikan homoseksualitas sebagai suatu gaya hidup, maka ruang gerak mereka perlu dibatasi. Karena hal ini dapat menjadi suatu teror terhadap kaum heteroseks. Perasaan terancam yang dialami kaum heteroseks ini antara lain tergambarkan pada plesetan iklan sabun colek kira-kira sepuluh tahun yang lalu, di mana maskot "secolek OMO" diplesetkan menjadi "dicolek homo".

Jadi, jika menanyakan apakah komunitas-komunitas semacam ini diperlukan, maka jawaban saya adalah "ya", tetapi diperlukan usaha-usaha untuk melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok tersebut, agar dapat menjalankan fungsinya secara proporsional.

Gay & Lesbian ternyata tidak bisa disebut sebagai penyakit kejiwaan. Namun lebih cocok disebut sebagai gangguan yang lebih menggambarkan kondisi mental. Cara penyembuhan gay dan lesbi adalah dengan cara Psikoterapi. Namun cara penyembuhan ini tergantung latar belakang dari si kaum homo/ lesbi tersebut. Berikut ini wawancara kami dengan Kristianto Batuadji, S.Psi., M.A Dosen Psikologi Universitas Surabaya.

Menurut penelitian American Psychological Association, gay itu bukanlah penyakit kejiwaan/ emosional, melainkan sebuah pilihan penyimpangan seksual. Menurut Pak Kristian?

Saya kurang setuju dengan istilah penyakit kejiwaan. Istilah "psychological disorder" apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, menjadi "gangguan jiwa", bukan "penyakit jiwa". Dalam hal ini, dibedakan antara "disorder" (gangguan) dengan "disease" (penyakit). Pengertian disease lebih mengarah pada penyakit fisik, sedangkan disorder digunakan untuk menggambarkan kondisi mental.

Pada edisi keempat, buku pedoman diagnosis gangguan jiwa di Amerika yang disebut Diagnostic and Statistical Manual (DSM) sudah tidak lagi menggolongkan homosekualitas sebagai gangguan jiwa. Menurut saya, pertimbangan American Psychological Association (APA) menetapkan homoseksualitas bukan sebagai gangguan jiwa sangat beralasan.

Suatu kondisi mental dapat dikatakan sebagai gangguan, bukan karna didasarkan pada faktor statistik seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya. Kondisi mental tertentu dapat dikatakan sebagai gangguan, apabila kondisi mental tersebut memunculkan perilaku yang mengganggu lingkungan.

Jadi, jika seorang gay atau lesbian menjalani kehidupan seksual dengan sesama gay/lesbian tanpa mengganggu orang lain, hal ini tidak dapat dikatakan sebagai suatu gangguan, melainkan hanya dipandang sebagai perbedaan orientasi seksual semata-mata.

Tetapi apabila ia mulai menjadikan orang-orang heteroseksual sebagai objek pelampiasan nafsu seksualnya, hal ini dapat dikatakan mengganggu. Sekalipun demikian, perlu saya garisbawahi bahwa hal ini hanya berlaku dalam konteks peradaban barat, khususnya masyarakat Amerika.

Dalam konteks Asia, kita perlu mempertimbangkan faktor-faktor sosio-kultural yang mempengaruhi penilaian normal-abnormal terhadap perilaku tertentu. Faktor-faktor sosio-kultural tersebut misalnya budaya dan agama, yang sangat kecil pengaruhnya dalam masyarakat sekuler seperti di Amerika, sehingga kita tidak bisa langsung mengadopsi kriteria DSM dalam konteks Indonesia, untuk kasus gay dan lesbian ini.

Tapi, hal ini bukan berarti suatu alasan pembenaran untuk mendiskreditkan kaum gay/lesbian, apalagi serta merta menggunakan dogma-dogma agama untuk memfatwa mereka sebagai orang berdosa. Saya kira hal ini tidak mendatangkan manfaat apa-apa, bahkan bisa mendatangkan kerugian bagi mereka.

Menurut Pak Kristian, apakah gay/ lesbi itu bisa disembuhkan? Bagaimana caranya? (secara psikis)


Jika kita menggunakan istilah "sembuh", artinya kita terjebak pada paradigma bahwa homoseksualitas adalah suatu penyakit (disease). Padahal seperti telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa homoseksualitas bukanlah suatu penyakit. Pada konteks tertentu, homoseksualitas dapat dikatakan sebagai gangguan (disorder), namun pada konteks lain tidak demikian. Jadi menurut saya, yang paling tepat bukan usaha "penyembuhan", tetapi lebih pada "pemulihan", jika hal itu dipandang sebagai gangguan.

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa belum ada psikoterapi yang sungguh-sungguh efektif untuk mengubah orientasi seksual seseorang. Menurut saya, psikoterapi memang tidak efektif untuk mengubah orientasi seksual, tetapi psikoterapi dapat memulihkan orientasi seksual.

Psikoterapi juga bermanfaat untuk memulihkan kepercayaan diri dan harga diri kaum homoseksual yang terenggut dari mereka, akibat perlakuan masyarakat yang memarginalkan dan mendeskrsditkan mereka. Usaha pemulihan pasti dapat dilakukan. Tapi, kita perlu membedakan, apanya yang perlu kita pulihkan. Kepercayaan diri dan harga diri mereka saja, atau sekaligus orientasi seksualnya juga?

Ketika seorang sahabat dengan orientasi seksual menyimpang datang pada saya. Pertama-tama saya akan menanyakan, apa yang ia harapkan dari saya? Biasanya mereka mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisinya, dan menginginkan agar saya menjadikan mereka seperti orang-orang kebanyakan.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, sebagian dari mereka ada yang kemudian mengakui bahwa sesungguhnya mereka merasa nyaman dengan kondisinya saat ini, dan tidak ingin diubah. Mereka hanya butuh dukungan dan penerimaan dari orang-orang sekitar.

Mereka yang ingin dipulihkan orientasi seksualnya, biasanya mengalami perubahaan seksual akibat pengaruh faktor lingkungan, misalnya trauma masa kecil, seperti pengalaman seorang sahabat di Yogyakarta yang saya ceritakan di awal. Memulihkan berarti mengembalikan sesuatu pada kondisi semula. Artinya, yang perlu dipulihkan orientasi seksualnya adalah mereka yang semula heteroseksual, namun berubah menjadi homoseksual karena faktor lingkungan.

Usaha pemulihan dapat dilakukan dengan mengajak mereka untuk berdamai dengan masa lalunya, sehingga mereka dapat menerima pengalaman traumatis yang pernah mereka alami itu sebagai bagian dari masa lalunya. Selanjutnya, secara perlahan-lahan kita dampingi mereka untuk kembali pada orientasi seksualnya yang semula.

Hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan penuh penerimaan, sehingga mereka jangan sampai merasa berdosa terhadap orientasi seksualnya yang menyimpang. Rasa aman klien perlu ditingkatkan dengan penerimaan tanpa syarat, hanya karena perasaan berdosa. Hal itu menyebabkan mereka tidak percaya diri dan menghargai dirinya sendiri.

Hal ini juga akan membuat mereka merasa terancam dan mencari perlindungan dari kaum homoseksual, sehingga besar kemungkinan usaha pemulihan dapat terganggu oleh pengaruh lingkungan. Kita perlu memberikan lingkungan yang kondusif, sehingga memperkecil kemungkinannya untuk terpengaruh oleh lingkungan yang tidak tepat.

Tapi jika penyebabnya adalah faktor biologis, maka yang diperlukan bukan usaha pemulihan terhadap orientasi seksualnya. Meski gitu, kita tetap saja perlu memulihkan harga diri dan kepercayaan dirinya yang rusak akibat stigma masyarakat. Kita bisa meringankan beban mereka dengan menerima kondisi mereka apa adanya, tidak menghakimi mereka, apalagi dengan embel-embel dosa, dan mengatasnamakan Tuhan.

Penerimaan tanpa syarat ini akan mengembalikan kepercayaan diri dan harga diri mereka, sehingga mereka tetap dapat berfungsi secara optimal dan memberikan sumbangsih bagi kemanusiaan, sekalipun mereka memiliki orientasi seksual yang berbeda.

Gimana guys...apa kamu setuju dengan pernyataan Pak Kristian tentang cara pemulihan gay/ lesbi dengan tidak menghakimi prilaku mereka, namun menerima mereka apa adanya. Sekalipun orientasi seksual gay/ lesbian ada yang dikategorikan latar belakangnya karena gen/ hormon seseorang.

sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=393786230101

Sexual Deviation (Penyimpangan Seksual)

Kelainan Seksual memang mampu menjadi suatu permasalahan yang sangat menggemparkan di kalangan masyarakat, bahkan baru-baru ini kita juga telah mendengar tentang adanya Konferensi Gay-Lesbian Se-Asia yang rencananya akan diadakan di Surabaya namun akhirnya berhasil digagalkan karena banyak pihak-pihak yang menyatakan ketidaksetujuannnya. Namun bukan berarti kita harus menyingkirkan mereka dari kehidupan masyarakat, kita hanya harus menjaga jarak dengan mereka agar kita tidak terjerumus ke dalam dunia mereka. Sebenarnya hal itu sangat ironis, mereka tidak ingin menjadi seperti itu namun harus menerima jalan hidup yang sedemikian rupa karena hal itu sudah ditentukan. Namun sebagai umat yang beriman, kita wajib berusaha. Selain itu kita juga harus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita tidak dijadikan seperti mereka.
Kita bisa mengubah takdir kita tapi kita tidak bisa mengubah jalan hidup kita.

Gay pada umumnya suka pakai baju ketat, menyukai parfum yang mencolok dan aksesoris yang ramai. Kalo yang lesbi, ciri yang mudah ditebak adalah mereka suka berpenampilan tomboy, namun ada lesbi yang sangat feminim. Apakah dari ciri-ciri ini saja kita bisa mengenali mereka? Ternyata, ada gay dan lesbi yang tak bisa dikenali secara fisik.

Ciri-Ciri Gay

Gay bukan berarti bencong, kalau bencong itu cowok yang merangkap menjadi wanita, sedangkan gay adalah pria namun hati mereka perempuan. Jangan anggap remeh keberadaan mereka karena hadirnya mereka bisa membawa bencana bagi diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya kita mengenal ciri2 mereka karena bisa jadi teman anda gay. mari simak ciri-ciri mereka berikut ini :

1. tubuh atletis
Gay biasanya atletis, berotot sana sini, bagi mereka otot yang nimbul ditubuh sama seperti wanita yang menonjolkan payudaranya. Semakin kencang dan besar otot-otot mereka, ia akan percaya diri.

2. Wangi
Wangi disini bukan wangi kembang, bila ada gay wangi kembang berarti tuh gay abis main sama tukang kembang. Tubuh gay memiliki wangi parfum yang eksotik, keringatnya bagaikan setetes parfum armani mahal, ketek mereka tak pernah tercium bau bangke cicak. Bagi mereka wangi adalah segalanya.

3. Tampang Teduh
Biasanya gay memiliki tampang teduh, diwajahnya terdapat pepohonan yang rindang, bila kita melihat dirinya seakan dia tak pernah punya beban masalah. Sorot matanya tajam, seakan matanya berbicara.

4. Suka Belanja
Belanja sudah menjadi hal rutin selain fitnes, berbagai pakaian bermerk dia punya. Bagi gay yang pas-pasan biasanya hobi nongkrong di pasar uler, taman puring atau di parkit untuk nyari koleksi terbaik musim ini.

5. Jago Bicara
Bila gay menemukan pasangannya ia akan pandai bicara, ibarat benda ia seperti koran yang selalu memuat berita aktual seputar bangsa ini. Bila kehabisan topik ia akan mengomentari fisik anda, hati-hati ini adalah awal dia menilai sebuah benda dibalik celana dalam anda.

6. Tatapan dan Colek
Gay akan selalu berkelakuan ekstrim, ketika melihat pria yang ia sukai ia akan menatap tajam dan langsung tertuju pada pantat. Gay paling suka menatap pantat korban, pantat yang berisi adalah hal yang paling mereka sukai, ibarat cowok normal melihat dada wanita. Ketika berada dekat dengan korban ia suka mencolek bokong, bokong sesama jenisnya, dan berucap “hai gay’s”.

7. Perilakunya
Jika mahkluk seperti ini sudah merasa nyaman didekat anda, dia akan berubaha menjadi lembut, halus dan suka menyilangkan kakinya ketika duduk berdua dengan anda. Jarak anda dan dia menjadi hanya 1cm saja, siap-siap anda mendapatkan perlakuan khusus darinya. Seperti di elus-elus dan dimanjakan.

8. Lebih suka menyendiri
Kalau sedang berjalan-jalan di Mall dan melihat seorang pria duduk sembari memainkan gadgetnya, itu bisa saja gay, tandai saja dulu, kalau ia beranjak dari duduknya dan menghampiri anda jangan coba-coba anda meludahinya. Anggap saja anda kedatangan sales penjual dildo. Biasanya gay suka tempat-tempat yang remang dan sedikit musik jazz.

9. Suka film romantis
Salah satu film favorit gay adalah film romantis, seperti titanic, dan romero and juliadi. Dia akan menangis terharu bila ada adegan sedih yang bukan main, air matanya menetes hingga membuat ia mencari lawan main untuk dipeluknya.

10. Akrab dengan wanita
Gay paling akrab dengan wanita, seperti wanita berteman dengan wanita. Bila ia bergaul bersama kaum Adam, ia akan canggung, suka nelen ludah dan menatap pantat. Segala jenis mode yang sedang in di dunia fashion ia sangat paham, lebih paham dari wanita manapun sekelas Paris hilton.

Gay umumnya suka memakai baju yang ketat, biar keliatan lekuk tubuhnya. Karena bentuk body bagi seorang gay adalah nilai jual tersendiri. Umumnya, para gay lebih senang memakai warna mencolok. Saat ngobrol, bisa diketahui melalui gaya bicaranya. Umumnya, para gay ini terlihat sangat feminim dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung "ramai". Katanya sih, itu merupakan alat komunikasi sesama gay.

Para gay juga umumnya suka berpenampilan yang rapi dan terlihat seperti wanita. Ciri lainnya, mereka selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita. Para homo ini sukanya berpenampilan yang rapi, kebanyakan pake parfum yang baunya norak. Pakaian yang digunakan pun cenderung lain dari yang lain, bahkan kebanyakan norak, agar menarik perhatian.

Pribadi mereka cenderung pendiam, tertutup, nggak suka bergaul dengan banyak orang. Cuman ngomong seadanya dan cenderung lembut. Tapi, banyak juga para gay yang sulit dikenali secara umum, karna mereka cenderung memiliki ciri khas tersendiri. Ada cerita neh, berdasarkan pengalaman seorang teman kami yang pernah didekati oleh seorang gay.

Awalnya, dia tidak tahu kalo sosok teman yang baru dikenalnya itu adalah seorang gay. Karna mereka berkenalan di sebuah tempat fitnes. Gay yang dikenalnya ini memiliki perawakan yang bagus. Tinggi, besar, cakep seperti seorang fitnes trainer gitu. Nggak ada satu pun ciri-ciri di atas yang ditemukan pada sosok pria ini.

Namun, setelah beberapa kali berbincang-bincang dan bergaul dengannya. Teman kami ini baru menemukan suatu kecurigaan pada sosok pria ini. Karena selama ngobrol yang berulang-ulang kali, kedapatan sang pria ini membicarakan hal-hal yang berbau homo. Awalnya memang tidak nampak. Tapi lama-kelamaan, kita kan mengenali dari bahan pembicaraannya. Padahal, sikap dan pakaiannya seperti orang straight loh.

Dari sini kita bisa mengenali bahwa, tidak semua kaum gay itu bisa benar-benar dikenali dari cara pakaian, aksesoris dan gaya mereka. Emang sih, sebagian besar iya. Namun ada gay-gay lain yang terselubung, dan hanya bisa dikenali ketika kita bergaul dengan mereka.

Ciri - Ciri Lesbi

Jika para gay lebih gampang dikenali secara fisik lewat penampilan mereka. Namun lesbi yang sulit untuk dikenali. Memang, ada lesbian yang berpenampilan seperti cowok. Tomboy abis! Tapi, pengenalan ini bukan berarti ciri khas lesbi loh. Ada banyak cewek straight yang berpenampilan tomboy. So, sulit mengenali cewek lesbi.

Nggak semua lesbian berpenampilan tomboy. Kebanyakan lesbian yang tomboy ini merasa, dirinya laki-laki tapi terjebak dalam tubuh perempuan gitu. Banyak juga dijumpai lesbian yang gayanya seperti perempuan normal, cenderung feminim, bahkan lebih feminim dari perempuan straight. Tingkah lakunya mungkin bisa saja lebih halus dari perempuan straight pada umumnya.

Menurut Prof Koentjoro PhD, Guru Besar Psikologi UGM. Lesbian sangat rentan mengonsumsi narkoba. Awalnya, hanya untuk berfantasi dan mencari sensasi. Hal tersebut dilakukan agar mengundang gairah bagi para lesbian lainnya. Namun ciri-ciri khusus dari lesbian ini sukar dikenali, karena mereka masih tertutup. Takut dengan norma yang ada.

Namun ciri umumnya bisa dikenali lewat 2 pribadi lesbi. Pada awal artikel ini udah dijelasin kalo dalam sebuah hubungan lesbi, ada yang jadi butchy (laki-laki), ada yang jadi femme (perempuannya). Nah, yang jadi butchy tuh biasanya berpenampilan tomboy, memposisikan diri sebagai maskulin. Seluruh penampilannya sangat maskulin, punya hobi maskulin pula. Kebanyakan cenderung posesif dan menunjukkan ketertarikan pada wanita. Biasanya, kebanyakan butchy rambutnya potongan cepak.

Kalo yang jadi femme, biasanya penampilannya terkesan dingin. Selalu ketergantungan sama pasangan, nggak mandiri, sering cemas, jaga jarak dengan wanita lain yang bukan pasangannya. Sensi banget dan cool ama laki-laki. Tapi ini bukan ciri yang paten loh, cuman ciri inilah yang kebanyakan muncul.

Berdasarkan pengamatan seseorang yang mempunyai teman lesbi mengatakan, ketika sedang berpacaran, pasangan ini kelihatan mesra, nampak seperti pasangan normal lainnya (cewek & cowok). Kontak fisiknya tuh seperti, si femme selalu ingin dipeluk oleh butchy, dan dia akan merangkul femme penuh kemesraan. Kadang, suap-suapan ato hanya sekedar membelai.

Tapi gaya pacaran mereka lebih mesra dari pasangan straight. Itu karna sama-sama punya jiwa ceweknya.

Sekian ciri-ciri gay & lesbian, memang ada sedikit kesamaan antara gay dengan bencong, tetapi bencong tidak sama dengan gay, karena gay hanya ditakdirkan mencintai sesama bukan ditakdirkan memiliki sifat sesama.

NB: Saya bukan bermaksud untuk berpikiran negatif,tapi hanya ingin memberitahu supaya kita tidak terlalu terjerumus ke dalam dunia gay-lesbian.

sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=393786230101

Kamis, 31 Desember 2009

Update Status lewat Telepon Umum

pilihan update status facebook :
- Web Selular
- Web
- SMS
- Facebook untuk BlackBerry
- Facebook untuk iPhone
- Snaptu (aplikasi jejaring sosial di ponsel)
- Flock (browser khusus u/ jejaring sosial)
- Yoono Dekstop

pernahkah kamu mendengar update status facebook melalui :
- Telepon umum
- Telepathy
- HT Online

kini update status bisa dilakukan melalui Telepon umum, Telepathy, HT Online dll...
tetapi jangan pikir meng-update status kamu melalui Telepon umum beneran.. update status melalui Telepon umum, Telepathy dan lainnya adalah sebuah aplikasi facebook connect...

untuk mengaktifkannya, kamu tinggal klik disini...
setelah kamu udah mengaktifkan, kamu bisa pilih beberapa pilihan update status :
- Telepon umum
- Telepathy
- Merpati pos
- HT Online, dll.

Sabtu, 05 Desember 2009

Waktu Adalah Uang

Sahabat…., diantara tugas-tugas terberat yang kita rasakan sebagai Ayah dan Ibu adalah bekerjasama untuk mendidik Anak SECARA LANGSUNG agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholihah, menampilkan keteladanan yang baik selama bersama mereka, memberikan perhatian dan waktu yang cukup untuk mereka, menemani belajar dan bermain mereka , serta mengantar tidur mereka dengan cerita indah penuh hikmah. Inilah kisah untuk kita renungkan bersama bagi kita yang masih berprinsip ‘ waktu adalah uang ‘.
Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di
Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron,
putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia
nampaknya sudah menunggu cukup lama akan kedatangan ayahnya pulang kerja.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang
sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke
kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron
menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji
Ayah?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja."

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan
dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja.
Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara
ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian,
Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."

"Tapi, Ayah..."

Kesabaran Rudi habis. "Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak
kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali
hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu
belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang
uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, "Maafkan
Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam
begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih
dari itu pun ayah kasih."

"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama satu minggu ini."

"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.

"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga
puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.
Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi
karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam
harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam
dari Ayah," kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat, air matanya mengalir deras, menyesali segala ketidakberdayaannya.

Sabtu, 07 November 2009

Anakku...

Beberapa jam lalu, saya mendapatkan pesan dari grup di facebook
"
Jadikan Facebook lebih bermanfaat untuk dunia dan akhirat mu..."
isinya bagus banget, menggetarkan hati, dan membuat haru sampai menangis membaca pesan ini...

Selamat membaca
...Anakku...



Nak, jauh sebelum kau hadir dalam kehidupan ayah dan ibu, kami senantiasa bermohon kepada Allah Swt agar dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholihah, yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan belajar, serta dapat menjadi penerus dakwah Ilallaah.

Banyak rencana yang kami rancang, agar kelak bila kau hadir, kami sudah siap menjadi orang tua yang baik dan mampu mendidikmu dengan didikan yang sesuai dengan dinnul Islam, tuntunan kita seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah Saw kepada kita.

Ayah dan Ibu ingin, kelak bila Allah mengamanahkan kepada kami seorang putri, maka dia akan berakhlaq seperti akhlaqnya Fatimah putri Rasulullah, dan bila Allah mengamanahkan seorang putra, maka dia akan seperti Ali.


Setelah tanda kehadiranmu mulai tampak, Ibu sering mual, muntah-muntah, sakit kepala dan sering mau pingsan, Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, kami menjagamu sepenuh hati, serta senantiasa berharap, kelak kau lahir sebagai anak yang sehat, sempurna dan menyenangkan.

Sejak dalam rahim, kami mencoba menanamkan kalimat-kalimat tauhid kepadamu dan berupaya mengenalkanmu kepada Sang Pencipta, dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya, dengan senandung-senandung shalawat Nabi, dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat da’wah dan rasa keimanan kepada Allah yang Esa.

Saat kau akan lahir, Ibu merasakan sakit yang amat sangat, seolah berada antara hidup dan mati, namun Ibu tidak mengeluh dan putus asa, karena bayangan kehadiranmu lebih Ibu rindukan dibanding dengan rasa sakit yang Ibu rasakan. Ibu tak henti-hentinya berdo’ a, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah. Ayahpun tidak tidur beberapa malam untuk memastikan kehadiranmu, menemani dan menguatkan Ibu, agar sanggup melahirkanmu dengan sempurna. Bacaan dzikir dan istighfar, mengiringi kelahiranmu.

Begitu kau lahir, sungguh rasa sakit yang amat sangat sudah terlupakan begitu saja. Setelah tangismu terdengar, seolah kebahagiaan hari itu hanya milik Ibu dan Ayah. Air mata yang tadinya hampir tak henti mengalir karena menahan sakit, berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu. Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah Swt, kemudian Ayah melantunkan bacaan adzan dan iqomat ditelingamu, agar kalimat yang pertama kali kau dengar adalah kalimat Tauhid yang harus kau yakini dan kau taati selama hidupmu.

Saat pertama kali kau isap air susu Ibu, Ibu merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara. Ibu ingin memberikan semuanya kepadamu, agar kau segera tumbuh besar dan sehat. Ibu berupaya supaya ASI ini dapat mencukupi kebutuhanmu. Ibu berupaya untuk selalu dekat denganmu, dan selalu mengajakmu kemanapun Ibu pergi, supaya kapanpun kau lapar, Ibu selalu siaga memberikan air surgawi karunia Ilahi itu kepadamu.

Ibu berusaha untuk selalu siap siaga menjagamu, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Saat malam sedang tidur lelap, Ibu akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis karena popokmu basah atau karena kau lapar. Saat sedang makan dan kau buang air besar, Ibu dengan rela menghentikan makan dan mengganti popokmu dulu. Dan semuanya, Ibu lakukan dengan senang hati, tanpa rasa risih dan jijik.

Sejak kau masih dalam ayunan, Ibu senantiasa membacakan do'a dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan. Ibu bacakan do'a mau makan ketika kau hendak makan, do’a mau tidur ketika kau mau tidur, dan do’a apa saja yang harus kau tahu dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu. Ibu bacakan selalu ayat kursi dan surat-surat pendek satu persatu setiap malam, dikala mengantarmu tidur, ayat-per ayat dan Ibu ulang berkali-kali hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik, dengan harapan kau besar nanti menjadi penghafal Al Qu’ran.

Ketika kau sudah mampu berbicara, subhanallah, tanpa kami duga, kau telah hafal berbagai macam do’a dan beberapa surat pendek. Ibu bersyukur dan bangga kepadamu. Muncul harapan dalam hati ini, kelak kau tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin belajar.

Tatkala kau mulai belajar sholat, dan usai sholat kau lantunkan do’a untuk orang tua, walau dengan bacaan yang masih belum sempurna, bercucur air mata ibu karena kau telah mampu melafalkan do’a itu. Timbul harapan dihati yang paling dalam, kelak hingga ketika Ibu dan Ayah tiada, kau tetap melantunkan do’a itu, karena do’amu akan memberikan kepada Ibu dan Ayah pahala yang tak henti-hentinya di yaumil-akhir. Kaulah asset masa depan bagi umi dan abi. Kau akan mampu menolong umi dan abi di yaumil-akhir nanti, bila kau menjadi anak yang sholihah.

Nak, kehadiranmupun memberikan kepada Ibu dan Ayah pelajaran yang sangat berharga, kau mengingatkan kami
tatkala masih sepertimu. Mengingatkan dengan lebih kuat lagi, betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh kakek nenekmu kepada kami, hingga Ibu dan Ayah tumbuh dewasa dan bahkan sampai menjadi orang tua seperti mereka.

Ibu dan Ayah sangat menyayangimu, karena kami ingin kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama. Kami hampir selalu menyertakan kata sayang dibelakang namamu saat memanggilmu, supaya hatimu senang dan gembira bersama Ibu dan Ayahi.

Saat kau memasuki usia sekolah, Kami carikan sekolah yang baik untukmu. Sekolah yang memiliki visi pendidikan seperti yang Ibu dan Ayah inginkan. Alhamdulillaah, saat kau mulai sekolah, telah banyak berdiri sekolah-sekolah Islam Terpadu, sehingga kami tidak kesulitan mencarikan sekolah untukmu. Ayah mengantarmu ke sekolah setiap pagi dan Ibu mendampingimu selalu hingga kau berani ditinggal di sekolah sendiri.

Keperluan sekolahmu selalu kami upayakan, walau kadang harus dengan susah payah, agar kau bisa memperoleh pendidikan yang baik dan layak untuk kehidupanmu dimasa yang akan datang. Kami senantiasa berupaya membimbingmu untuk dapat melakukan segala sesuatu, agar saat besar nanti kau mampu melayani dirimu sendiri.

Bila Ibu dan Ayah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri, itu bukan berarti kami tidak menyayangimu, tapi justru sebaliknya. Karena Ibu dan Ayah sayang sekali padamu, kau tidak boleh terlalu dimanjakan, hingga saat kau besar nanti, kau jadi anak yang mandiri dan serba bisa.

Maafkan Ibu dan Ayah bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu ketika kau membuat kesalahan yang berulang-ulang. Sungguh, sebenarnya Ibu dan Ayah tak ingin memarahimu, namun kamipun sadar bahwa kau harus tahu dan harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, agar saat kau dewasa dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti, kau bisa memilih untuk selalu melakukan yang haq dan meninggalkan yang bathil. Semoga kau tidak salah sangka.

Maafkan pula bila Ibu dan Ayah selalu membatasi tontonan dan bacaanmu, karena dewasa ini sangat banyak media yang dapat merusak pendidikan yang sudah kami terapkan kepadamu. Itu semua kami lakukan, agar kau terpelihara dari hal-hal negatif yang akan mendangkalkan akhlaq dan perilakumu. Ibu dan Ayah ingin, kau menjadi anak yang faqih dalam hal agama, menjadi generasi Qur’ani, dan menjadi penerus dakwah Ilallaah.

Inilah harapan Ibu dan Ayah kepadamu, sangat banyak dan sangat ideal. Oleh karenanya, kami senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidikmu.

Rabu, 25 Maret 2009

Earth Hour

dukung "Earth Hour" indonesia

matikan LAMPU 1 jam, 28 Maret 09, 20.30 - 21.30 dan jadi bagian dari 1 milyar orang yang

bergabung!

Positions:
Category:
Description:
VOTE FOR EARTH HOUR!

Pilih bumi selamat atau bumi sekarat?

Ini saatnya Anda sebagai individu memilih:
ikut aksi solidaritas global Earth Hour
Sabtu, 28 Maret 2009, jam 20.30-21.30

Matikan LAMPU 1 jam, saya, Anda, kita, bisa mengubah dunia!

* dan pastikan semua alat elektronik yang tidak sedang dipakai dalam kondisi power off, BUKAN stand by

Lampu Jakarta padam 1 jam
= 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)

= mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta

= mengurangi emisi CO2 sekitar 284 Ton CO2

= menyelamatkan lebih dari 284 pohon

= menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang.

Yang bisa kita lakukan bersama:
1. sign up di website earthhour.org/indonesia

2. jadi campaigner Earth Hour dengan mengajak semua teman, orang tua, saudara, rekan kerja melakukan hal sama

3. pasang alarm di tanggal dan jam Earth Hour dilaksanakan

4. bikin acara seru bersama kawan atau saudara saat lampu dipadamkan dalam 1 jam
* jangan lupa lilin, ya.

5. dokumentasikan partisipasi Anda di hari H dan upload di earthhour.org/indonesia

6. tulis pengalaman Anda menjadi bagian dari 1 milyar pendukung Earth Hour dalam blog.

1 orang, 1 lampu (minimal), 1 jam, 1 hari, 1 bumi!

diambil dari Facebook
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Wibiya Widget